Senin, 16 Desember 2013
Curhat 171213
Hai this is me again...
Hanya ingin menuangkan sekarung pengganjal hati. Hahahaha
Aku tidak ingin curhat dengan siapapun bahkan dengan sahabatku sendiri. Dia pasti akan mengatakan lebih baik kau berhenti dan jangan terlalu berharap.
Tidak bercerita tentang masalah cinta, tetapi tentang karir.
Sekali lagi aku gagal
Tau rasanya gimana gagal. Sakit men!
Meski perang belum dimulai, tetapi aku sudah tumbang lebih dulu.
Rasanya apa yang aku rencanakan harus aku re-plan lagi. Mengingat ayahku yang seperti menggebu-gebu, mensupport ku seperti itu membuatku jadi tak ingin pulang. Kalo aku mengatakan bahwa aku gagal lagi, entah apa reaksinya.
Aku mengetik ini sambil menahan tangis.
Tidak bisakah apa yang ingin kucapai, apa yang ingin kuraih, kugapai begitu saja.
Tentunya dengan pengorbanan. Tak sedikit juga sebenarnya waktu & biaya yang ku keluarkan untuk memenuhi semua itu. But bagiku jika nanti hasilnya bisa kugenggam, tak masalah dengan segala pengorbanan yang kulakukan.
Seharusnya aku juga tak perlu sesedih ini sih. Hanya saja targetku selalu meleset. Aku tau Tuhan tidak pernah tidur. Dia pasti selalu mendengar setiap lantunan doa yang kuiringkan. Meminta yang terbaik.
Aku pernah membaca suatu kalimat bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan apa yang kau inginkan tetapi akan memberikan yang terbaik untukmu. Aku percaya itu. Tetapi sampai sekarang apakah harus seperti ini.
Terkadang aku ingin berteriak bahwa aku sangat menyesali keputusanku dahulu. Bukan dengan apa yang kujalani sekarang, tetapi pendidikan yang kumasuki dulu. Namun aku tidak ingin seperti itu. Semua pasti ada hikmahnya. Tak penting pendidikan yang terpenting pengalaman. Tapi kalo sudah begini maka pendidikan juga adalah penunjangnya.
Sekarang harus bagaimana lagi aku. Ini sudah penghujung tahun. Aku harus membuat resolusi tahun depan. 2014. Apakah hanya akan berakhir begini saja.
Waktu terus berjalan. Jarum jam terus berputar. Tak adakah yang bisa menghentikannya.
Ini semua membuatku frustasi.
Tidak bisakah waktu itu diputar lagi. Jebal
Jangan berlari, aku seperti dikejar-kejar. Dan jikalau aku tak sampai pada tujuanku haruskah aku mati ditengah-tengah.
Membuatku putus asa saja. *Sigh
Hanya ingin menuangkan sekarung pengganjal hati. Hahahaha
Aku tidak ingin curhat dengan siapapun bahkan dengan sahabatku sendiri. Dia pasti akan mengatakan lebih baik kau berhenti dan jangan terlalu berharap.
Tidak bercerita tentang masalah cinta, tetapi tentang karir.
Sekali lagi aku gagal
Tau rasanya gimana gagal. Sakit men!
Meski perang belum dimulai, tetapi aku sudah tumbang lebih dulu.
Rasanya apa yang aku rencanakan harus aku re-plan lagi. Mengingat ayahku yang seperti menggebu-gebu, mensupport ku seperti itu membuatku jadi tak ingin pulang. Kalo aku mengatakan bahwa aku gagal lagi, entah apa reaksinya.
Aku mengetik ini sambil menahan tangis.
Tidak bisakah apa yang ingin kucapai, apa yang ingin kuraih, kugapai begitu saja.
Tentunya dengan pengorbanan. Tak sedikit juga sebenarnya waktu & biaya yang ku keluarkan untuk memenuhi semua itu. But bagiku jika nanti hasilnya bisa kugenggam, tak masalah dengan segala pengorbanan yang kulakukan.
Seharusnya aku juga tak perlu sesedih ini sih. Hanya saja targetku selalu meleset. Aku tau Tuhan tidak pernah tidur. Dia pasti selalu mendengar setiap lantunan doa yang kuiringkan. Meminta yang terbaik.
Aku pernah membaca suatu kalimat bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan apa yang kau inginkan tetapi akan memberikan yang terbaik untukmu. Aku percaya itu. Tetapi sampai sekarang apakah harus seperti ini.
Terkadang aku ingin berteriak bahwa aku sangat menyesali keputusanku dahulu. Bukan dengan apa yang kujalani sekarang, tetapi pendidikan yang kumasuki dulu. Namun aku tidak ingin seperti itu. Semua pasti ada hikmahnya. Tak penting pendidikan yang terpenting pengalaman. Tapi kalo sudah begini maka pendidikan juga adalah penunjangnya.
Sekarang harus bagaimana lagi aku. Ini sudah penghujung tahun. Aku harus membuat resolusi tahun depan. 2014. Apakah hanya akan berakhir begini saja.
Waktu terus berjalan. Jarum jam terus berputar. Tak adakah yang bisa menghentikannya.
Ini semua membuatku frustasi.
Tidak bisakah waktu itu diputar lagi. Jebal
Jangan berlari, aku seperti dikejar-kejar. Dan jikalau aku tak sampai pada tujuanku haruskah aku mati ditengah-tengah.
Membuatku putus asa saja. *Sigh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar